• Minggu, 3 Juli 2022

Dirjen Kemendag Korupsi Berjamaah Minyak Goreng dengan Tiga Perusahaan Swasta, Ini Kata Kejagung

- Selasa, 19 April 2022 | 21:19 WIB
Dirjen Kemendag Korupsi Berjamaah Minyak Goreng dengan Tiga Perusahaan Swasta, Ini Kata Kejagung (Gorajuara/ dok: Twitter/ catchmeupid)
Dirjen Kemendag Korupsi Berjamaah Minyak Goreng dengan Tiga Perusahaan Swasta, Ini Kata Kejagung (Gorajuara/ dok: Twitter/ catchmeupid)

MUDA BAHAGIA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan seorang Pejabat Dirjen di Kemendag yang berinisal IWW dan pihak dari tiga perusahaan swasta karena diduga telah menrugikan ekonomi negara dengan cara korupsi minyak goreng.

Korupsi berjamaah yang dilakukan IWW itu bersama Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup (PHG) dan General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Dari keterangan Kejagung, IWW dan ketiga rekan korupsinya sudah menimbulkan kerugian ekonomi negara. Berupa kelangkaan minyak goreng dan kenaikan harga minyak goreng di Indonesia.

Baca Juga: Simak Jadwal Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahap Kedua Bulan April 2022

"Perbuatan para tersangka tersebut mengakibatkan timbulnya kerugian perekonomian negara atau mengakibatkan kemahalan serta kelangkaan minyak goreng," kata Jaksa Agung, ST Burhanuddin, sebagaimana dikutip dari beberapa sumber, pada Selasa 19 April 2022.

"Sehingga terjadi penurunan konsumsi rumah tangga dan industri kecil yang menggunakan minyak goreng dan menyulitkan kehidupan rakyat," tambah Burhanuddin

Burhanuddin juga mengatakan, ketiga orang dari perusahaan swasta itu, diantaranya berinisial MPT selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, SMA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup (PHG) dan PT selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Baca Juga: 5 Film yang Pas Ditonton Saat Hari Kartini 21 April 2022, Salah Satunya Dibintangi Dian Sastro di Film Kartini

“Dengan perbuatan tersangka telah menerbitkan secara melawan hukum dan tujuan ekspor terkait komoditi CPO dan produk turunannya kepada Permata Hijau Group, Wilmar Nabati Indonesia, PT Multimas Nabati Asahan, dan PT Musim Mas,” ucap Burhanuddin.

Halaman:

Editor: Solahudin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X