• Minggu, 3 Juli 2022

Gunung Anak Krakatau Telah Erupsi 9 Kali, Masyarakat di Minta Tetap Waspada

- Jumat, 4 Februari 2022 | 21:51 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) telah terjadi sebanyak 9 kali (Instagram/info.anak gunung krakatau)
Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) telah terjadi sebanyak 9 kali (Instagram/info.anak gunung krakatau)

MudaBahagia.com, Jakarta -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan press rilis terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Melalui Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. menjelaskan terkait kondisi terkini dan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang telah mengalami erupsi.

Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Pada Jumat 4 Februari 2022 Gunung Anak Krakatau kembali erupsi, tercatat oleh PVMBG 9 kali mengalami erupsi.

Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi pada pukul 09:43, 10:25, 10:28, 12:46, 13:00, 13:31, 13:41, 14:46 dan 17:07 WIB. Dengan tinggi kolom abu berkisar 800-1.000 meter di atas puncak dan warna kolom kelabu-hitam tebal.

Baca Juga: Waspada! BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrim di Wilayah Indonesia 5 Februari 2022

PVMBG menyebutkan terdapat indikasi bahwa erupsi yang terjadi merupakan tipe magmatik. Hal ini sejalan dengan kegempaan vulkanik yang terekam.

Ternyata PVMBG telah memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak 16 Januari - 4 Februari 2022, dimana telah terjadi kegempaan vulkanik ditandai dengan terekamnya gempa vulkanik dan gempa permukaan yang mengindikasi adanya intrusi magma dari bawah permukaan secara bertahap.

PVMBG juga menyatakan bahwa Gunung Anak Krakatau masih berpotensi erupsi. Hal ini berdasarkan pemantauan secara visual dan instrumental oleh PVMBG.

Baca Juga: Gempa Hari Ini Kembali Terjadi di Perairan Bayah Banten, Getarannya Terasa Hingga Wilayah Jakarta dan Bandung

Masyarakat dilarang untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah Gunung Anak Krakatau. Karena potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau berupa lava pijar, material pirosklastik maupun aliran lava bisa mengancam.

Halaman:

Editor: Linda Setyawati

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X