• Kamis, 8 Desember 2022

Spesial Peringatan Hari Santri 22 Oktober 2022, Kisah Tragis Santri Berilmu Tinggi Tapi Berakhlak Buruk

- Jumat, 30 September 2022 | 13:16 WIB
Kumpulan Contoh Ceramah yang Cocok Untuk Perlombaan Hari Santri Nasional 2022
Kumpulan Contoh Ceramah yang Cocok Untuk Perlombaan Hari Santri Nasional 2022
<p> p> <p><strong>MUDA BAHAGIAstrong> - Menyuguhkan sebuah kisah tragis santri yang memiliki segudang ilmu namun tidak memiliki akhlak, kisah ini disuguhkan khusus spesial peringatan hari santri 22 Oktober 2022.p> <p>Dalam kisah spesial peringatan hari santri 22 Oktober 2022 ini, memberi pesan moral tentang begitu pentingnya Akhlak yang baik, dahulukan lah akhlak ketimbang ilmu.p> <p>Maka, kisah santri dalam peringatan hari santri 22 Oktober 2022 ini, menceritakan seorang santri yang memiliki ilmu yang sangat banyak, tapi dirinya memiliki ahklak yang buruk, sehingga ilmunya tidak bermanfaat dan nasibnya sungguh sangat malang.p> <p><strong>Baca Juga: strong>p> <p><strong><strong>Baca Juga: strong>strong>p> <p>Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasannya yang dikutip Muda Bahagia dari guru kita Syid Syeikh Muhammad bin Ali Ba&rsquo;atiyah beliau dari gurunya Al Allamah Al Habib Abdullah bin Shodiq Al Habsyi.p> <p>Untuk sepesial Peringatan Hari Santri 22 Oktober 2022 ini,kami akan menceritakan tentang kisah tragis dari seorang santri yang sangat pandai namun ia tidak memiliki Etika kepada gurunya sendiri.p> <p>Dikisahkan, suatu pesantren yang bernama &ldquo;Rubath Tarim&rdquo;, pesantren ini telah melahirkan puluhan ribu Ulam yang tersebar diseluruh dunia, disana para santri diajarkan berbagai macam ilmu, khususnya spesifikasi Ilmu Fiqh sebagai keunggulannya.p> <p><strong>Baca Juga: strong>p> <p><strong><strong>Baca Juga: strong>strong>p> <p>Di pesantren itu pula ada seorang santri anggap saja namanya &ldquo;Kepin&rdquo;, si Kepin ini merupakan seorang santri yang menetap 13 tahun bersama habib abdullah bin umar as syatiri dan sangat cerdas, kuat hafalannya, tangkas dan rajin hingga dikatakan bahwa ia menjadi santri yang sudah mencapai derajat Mufti saking pintarnya. ia juga hafal semua mas&rsquo;alah fiqhiyah yang terdapat dalam kitab &ldquo;Tuhtatul Muhtaj&rdquo; sebuah kitab yang tebalnya 10 jilid cetakan darud diyak atau 4 jilid cetakan darul kutub ilmiyah.p> <p>Kesehariannya di pesantren, si Kepin ini disukai oleh teman temannya sebab ia dibutuhkan oleh rekannya untuk menjelaskan pelajaran yang belum difahami serta mengajar kitab kitab lainnya.p> <p>13 tahun menjadi santri Rubath Tarim tentu saja hampir dipastikan kapasitasnya ia termasuk Ulama besar, namanya tersohor hingga keluar pesantren bahwa ia termasuk calon Ulama besar yang akan muncul berikutnya.p> <p><strong>Baca Juga: strong>p> <p><strong>Baca Juga: strong>p> <p>Hingga akhirnya, Syetan mengelabuhi si Kepin ini, iapun merasa orang yang paling Alim, bahkan ia merasa kualitas dirinya sejajar dengan kealiman guru besarnya. Tidak cukup sampai disitu, kesombongan itu berlanjut hingga ia berani memanggil gurunya dengan namanya saja: &ldquo;Ya Abdullah / Duhai Abdullah&rdquo;!!!. Dimata para Ahli ilmu hal ini sungguh ini tindakan yang sangat sangat tercela dan kesombongan yang nyata.p> <p>قال سيدي الشيخ محمد بن علي باعطية الدوعني: <br />من نادى شيخه باسمه لم يمت حتى يذوق الفقر المعنوي من العلمp> <p>Barang siapa ya memangil gurunya dengan sebutan namanya langsung (tidak mengagungkannya ketika memanggil ) maka dia tak akan meninggal kecuali sudah merasakan hidup yang faqir baik dalam ilmu maupun material.p> <p><strong>Baca Juga: strong>p> <p><strong>Baca Juga: strong>p> <p>Melihat kesombongan si Kepin ini, Al Habib Abdullah As Syatiri sabar dan memilih diam saja. Syidi Syeikh Muhammad bin Ali Ba&rsquo;atiyah mengatakan: &ldquo;Diamnya seorang guru saat muridnya tidak sopan pada gurunya tetap akan mendapatkan Adzab dari Allah SWT.&rdquo;p> <p>Kesombongan itupun berlanjut, si Kepin pada suatu hari akan keluar dari Rubath Tarim untuk menuju kota Mukalla untuk berdakwah, Ia keluar dari pesantren begitu saja tanpa izin kepada Al Habib Abdullah As Syatiri, hingga pada saat &ldquo;Madras Ribath&rdquo; sebutan untuk pengajian rutinan di rubath tarim, Habib Abdullah menanyakan perihal keberadaan si kepin yang biasanya duduk di depan namun tidak Nampak kelihatan.p> <p><br />&ldquo;kemanakah si Kepin???&rdquo;, sebagian murid yang mengetahui menjawab &ldquo;si Kepin sedang berdakwah ke kota Mukalla&rdquo;, habib berkata &ldquo;apakah dia izin kepadaku??&rdquo;, sontak murid yang lain diam saja, dan Habib Abdullah kemudian berkata &ldquo;baiklah, kalau begitu biarkan si fulan pergi akan tetapi ilmunya tetap disini!!!.&rdquo;p> <p><strong>Baca Juga: strong>p> <p><strong><strong>Baca Juga: strong>strong>p> <p>Di sisi lain di kota Mukalla Yaman, para ahli ilmu dan tholib ilim dan para pecinta habib abdullah as syatiri yang mendengar bahwa si kepin santri senior rubath tarim akan mengisi ceramah di Masjid Baumar mukalla kodim merekapun berbondong-bondong datang, mereka pun mempersilahkan si kepin untuk memberikan ceramahnya.p> <p><br />Si kepin naik kemimbar dan memulai isi ceramahnya, ia memulai dengan basmalah, hamdalah, sholawat kepada nabi amma ba&rsquo;du. Kemudian ia membaca sebuah ayat:p> <p>وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون(٥٦) وما أريد منهم من رزق وما أريد أن يطعمون (٥٧)&nbsp;p> <p>Saat ingin menjelaskan ayat ini, namun ternyata dia terdiam seperti kayu yang berdiri tegak dan kebingungan tak mampu berbicara menjelaskan ayat tersebut.p> <p><strong>Baca Juga: strong>p> <p><strong><strong>Baca Juga: strong>strong>p> <p>Hingga dia duduk lima menit dia terdiam dihadapan jamaah di hadapannya dia menoleh ke jamaah dan mereka juga memandang si kepin. Hingga akhirnya dia duduk menangis karena semua ilmu yang pernah ia hafal hilang seketika. Bahkan kitab kecil safinatun najah tak hafal satu kalimat pun apa lagi kitab tuhfah yg awalnya telah di hafal.p> <p>Ketika di ribat bagaikan unta yg sangat bagus mahal hargaya karena mempunyai keistimewaan dan kelebihan sendiri, Jamaah yang melihatnya kaget melihat hal itu, salah satu ahli ilmu di kota Mukalla yaitu habib abdullah sodiq al habsyi, yg mana beliau pernah mondok mencari ilmu d ribat tarim slama 9t ahun, beliau mengerti bahwa pasti ada sesuatu yang tidak beres dari si Kepin.p> <p>Kemudian datanglah khobar bahwasanya si Kepin telah isaatul adab (berbuat kurang baik terhadab gurunya), Ia pun bertanya pada si Kepin, setelah mendengar penjelasannya, si ahli ilmu menasehati agar ia (Kepin) minta maaf pada sang maha guru.p> <p><strong>Baca Juga: strong>p> <p><strong><strong>Baca Juga: strong>strong>p> <p>Memang sudah dikuasai oleh syetan, iapun enggan untuk tawadlu&rsquo; dan minta maaf pada sang guru, hidupnya pun bertambah tragis, ilmunya sudah hilang dan tanpa ada keluarga yang mau menerimanya tanpa teman yang peduli pada nasibnya. Hingga ia hidup dalam keadaan sangat miskin di pinggiran kota Mukalla dan sehari hari menjadi penjual Arang di toko area pasar.p> <p>Hingga akhir hayatnya ia hidup dalam keadaan miskin bahkan untuk sebuah kafan pun ia tak punya dan di beri sedekah oleh ahlul khoir yang dermawan, dan salah satu yang merawat jenazahnya dan memberi sumbangan kain kaffan dan pengurusan jenazah beliau habib abdullah sodiq al habsyi.p> <p>Dari kisah ini, mari kita semua perbaiki etika kita kepada guru kita dan kepada siapapun disekitar kita meskipun kita sudah memiliki ilmu yang banyak. Begitu pula mari kita saling Tawadlu&rsquo;, merendahkan diri dan menjaga dari kesombongan yang bisa menghancurkan diri kita sendiri.p> <p><strong>Baca Juga: strong>p> <p><strong>Baca Juga: strong>p> <p>kisah ini sesuai dengan pesan Sayyid Muhammad bin &lsquo;Alawi al-Maliki berkata:<br />أغضب من الطالب الذی لا یحترم أستاذه ولوکان الأستاذ صاحبهp> <p>&ldquo;Aku murka terhadap penuntut (ilmu) yang tidak menghormati ustadznya, meskipun ustadz tersebut adalah temannya sendiri&rdquo;.p> <p>Itulah Kisah spesial Hari santri 22 Oktober 2022, yaitu yang menceritakan kisah santri tragis yang buruk akhlahknya, semoga bermanfaat.***p>

Halaman:

Editor: Tim Editor Muda Bahagia 02

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X