• Jumat, 12 Agustus 2022

Facebook Dikecam Kenya Karena Dianggap Gagal Deteksi Kekerasan Hingga Ujaran Kebencian

- Minggu, 31 Juli 2022 | 02:40 WIB
Ilustrasi logo Facebook / Facebook dikecam Kenya karena dianggap gagal deteksi kekerasan hingga ujaran kebencian (Pixabay/Thomas Ulrich)
Ilustrasi logo Facebook / Facebook dikecam Kenya karena dianggap gagal deteksi kekerasan hingga ujaran kebencian (Pixabay/Thomas Ulrich)

MUDA BAHAGIA - Raksasa media sosial Facebook dikecam Kenya setelah dianggap gagal maraknya ujaran kebencian dan kekerasan yang terjadi di media sosial tersebut.

Menteri yang menaungi Teknologi dan Informasi (TIK) Kenya menilai Facebook telah gagal menanggapi penyebaran ujaran kebencian dan kekerasan di situs sosial.

Sebelumnya, Facebook telah diminta oleh Komisi Kohesi dan Integrasi Nasional (NCIC) untuk menghentikan penyebaran ujaran kebencian dan kekerasan di platformnya dalam waktu tujuh hari.

Jika permintaan dari NCIC itu tidak dapat dipenuhi Facebook, maka perusaan yang dimiliki oleh Mark Zuckerberg itu berpotensi untuk ditangguhkan di Kenya.

Baca Juga: Informasi Terkini Tentang Kasus Covid-19 di Tanah Air Indonesia!

Sebagaimana dikutip MudaBahagia.com dari Techcrunch.com kelompok advokasi Global Witness, dan Foxglove, sebuah perusahaan nirlaba legal, yang telah melaporkan ketidakmampuan Facebook untuk mendeteksi iklan ujaran kebencian.

Terlebih lagi ujaran kebencian yang terjadi di media sosial Facebook masih ada kaitan dengan Pemilu yang tengah dilakukan di Kenya.

Laporan Global Witness menguatkan temuan NCIC sendiri bahwa Meta, perusahaan induk Facebook, lambat menghapus dan mencegah konten ujaran kebencian, mengipasi lingkungan politik yang sudah bergejolak.

NCIC sekarang telah meminta Meta untuk meningkatkan moderasi sebelum, selama dan setelah pemilihan, sambil memberikan waktu satu minggu untuk mematuhi atau dilarang di negara tersebut.

Halaman:

Editor: Solahudin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X